Penggunaan Ethernet di lantai pabrik dan dalam aplikasi industri untuk mengakses dan memantau data dari jarak jauh berkembang pesat. Saat Ethernet mencapai lantai pabrik, memilih infrastruktur yang tepat—termasuk sakelar yang tepat untuk aplikasi yang tepat—sangat penting untuk memaksimalkan kinerja seluruh sistem. Pada tingkat tertinggi, keputusan ini dimulai dengan pemilihan sakelar Ethernet yang dikelola dan tidak dikelola. Dalam artikel ini, kami akan membandingkan sakelar yang tidak dikelola dengan sakelar yang dikelola dari berbagai aspek, dan menyarankan kapan dan di mana menggunakan setiap jenis sakelar.
Perbedaan Antara Switch Jaringan Terkelola dan Tidak Terkelola
Pada dasarnya, switch yang tidak terkelola memungkinkan Anda untuk langsung menghubungkan perangkat ke jaringan Anda, sementara switch yang terkelola memungkinkan kontrol yang lebih besar. Namun, perbedaannya lebih dalam, jadi sekarang saatnya untuk melihat fitur, kinerja, keamanan, dan biaya masing-masing.
Fitur
Switch yang tidak terkelola bersifat sederhana, menghubungkan perangkat Ethernet dengan konfigurasi tetap yang tidak dapat diubah, sering digunakan untuk jaringan kecil atau untuk menambahkan kelompok sistem sementara ke jaringan yang lebih besar. Di sisi lain, switch terkelola juga memungkinkan Anda untuk mengelola, mengonfigurasi, dan memantau pengaturan LAN Anda, termasuk kontrol atas lalu lintas LAN, memprioritaskan saluran tertentu, dan membuat LAN virtual baru untuk menjaga kelompok perangkat yang lebih kecil tetap terpisah dan mengelola lalu lintasnya dengan lebih baik. Switch terkelola juga menawarkan fitur redundansi yang menduplikasi dan memulihkan data jika terjadi kegagalan perangkat atau jaringan.
Pertunjukan
Keuntungan switch yang tidak terkelola dalam hal kinerja adalah Anda dapat langsung terhubung dan bermain dengan jaringan Anda. Tidak perlu menyiapkan apa pun, dan switch ini memiliki layanan QoS bawaan untuk memastikannya berfungsi dengan baik. Namun, dengan switch yang terkelola, Anda dapat memprioritaskan saluran sesuai keinginan, memastikan bahwa Anda mendapatkan kinerja terbaik saat Anda membutuhkannya. Selain itu, fitur seperti Priority SNMP, yang memungkinkan pemecahan masalah jaringan dari jarak jauh, juga memudahkan untuk memeriksa masalah apa pun yang memengaruhi kinerja tersebut, sehingga Anda dapat menerapkan perbaikan jika perlu.
Keamanan
Switch yang tidak terkelola, secara keseluruhan, memiliki keamanan yang sangat mendasar. Switch tersebut diamankan dengan memastikan tidak ada kerentanan dari satu sistem ke sistem lainnya, yang dapat dipastikan oleh aksesori seperti penutup port yang dapat dikunci agar tidak ada yang mengutak-atik perangkat secara langsung. Switch yang terkelola memiliki beberapa manfaat keamanan utama, seperti kemampuan untuk memantau dan mengendalikan jaringan guna mematikan ancaman aktif, perlindungan data, kontrol, dan rencana pengelolaan. Fitur keamanannya berbeda dari switch terkelola lainnya, mulai dari enkripsi komunikasi jaringan, daftar kontrol akses yang mencegah pengguna yang tidak sah, dan VLAN juga dapat digunakan untuk membuat akses sementara atau terbatas ke jaringan Anda bagi mereka yang biasanya tidak boleh memiliki akses. Namun, perlu dicatat bahwa switch terkelola menawarkan banyak kontrol atas jaringan Anda yang berpotensi menjadi ancaman. Karena itu, switch tersebut harus dipantau dan dikendalikan hanya dengan teknisi jaringan yang memiliki hak akses tingkat tertinggi. Dalam lanskap digital kita yang terus berubah, keamanan siber telah menjadi hal yang sangat penting di tahun 2020.
Biaya
Jika berbicara soal biaya, perbandingannya relatif sederhana. Harga switch terkelola jauh lebih tinggi daripada switch tak terkelola, harga switch tak terkelola biasanya bergantung pada berapa banyak port yang Anda perlukan untuk switch tersebut. Sementara harga switch terkelola lebih dipengaruhi oleh berbagai fitur, seperti keamanan dan kontrol akses yang Anda bayarkan selain kemampuan konfigurasi switch.
Kapan dan di mana harus digunakan?
Semua fitur switch terkelola memang memiliki biaya tambahan, jadi penting untuk mengetahui kapan harus memilih switch terkelola yang diperkuat atau kapan switch yang tidak terkelola dapat digunakan. Switch yang tidak terkelola sebagian besar digunakan untuk menghubungkan perangkat tepi pada cabang jaringan, atau pada jaringan mandiri kecil dengan hanya beberapa komponen. Switch terkelola harus digunakan pada setiap switch backbone jaringan sehingga segmen lalu lintas jaringan dapat dipantau dan dikontrol. Selain itu, perangkat apa pun yang dianggap penting bagi jaringan Anda harus dihubungkan melalui switch terkelola sehingga kesehatannya dapat dipantau dan diamankan dan redundansi dapat diimplementasikan untuk meningkatkan waktu aktif dan keandalan. Terakhir, switch yang diimplementasikan dalam jaringan IP Ethernet harus dikelola, karena IP Ethernet secara ekstensif menggunakan lalu lintas multicast yang dapat membanjiri jaringan jika tidak dikelola dengan benar.
Waktu posting: 09-Jun-2020






