Konverter protokol umumnya dapat dilengkapi dengan chip ASIC, yang berbiaya rendah dan berukuran kecil. Ia dapat melakukan konversi timbal balik antara antarmuka data Ethernet atau V.35 dari protokol IEEE802.3 dan antarmuka 2M dari protokol G.703 standar. Ia juga dapat dikonversi antara port serial 232/485/422 dan antarmuka E1, CAN dan antarmuka 2M, jadi apa saja fungsi konverter protokol? Pertama, fungsi relay: Karena sinyal ditransmisikan melalui kabel, sinyal akan melemah setelah menempuh jarak yang jauh. Oleh karena itu, diperlukan konverter protokol jaringan untuk memperkuat dan meneruskan sinyal. Agar sinyal dapat ditransmisikan ke mesin target yang lebih jauh. Kedua, perjanjian konversi: Untuk memberikan contoh yang paling sederhana: dalam jaringan serial, protokol yang paling umum digunakan adalah RS232, RS485, CAN, USB, dll. Jika PC Anda hanya memiliki satu port serial DB9, dan mesin lain yang perlu berkomunikasi menggunakan antarmuka USB. Bagaimana cara melakukannya? Solusinya sangat sederhana, cukup gunakan konverter protokol USB-RS232. Ini akan menjadi dua pengaturan waktu, level, dll. protokol yang berbeda untuk dipertukarkan. Komunikasi industri memerlukan pembagian informasi dan pertukaran data antara beberapa perangkat, dan port komunikasi yang umum digunakan pada peralatan kontrol industri meliputi RS-232, RS-485, CAN, dan jaringan. Sulit untuk bertukar informasi. Melalui konverter multi-protokol, perangkat dengan antarmuka yang berbeda dapat dihubungkan ke jaringan untuk mewujudkan interoperabilitas antar perangkat. Berdasarkan berbagai port komunikasi dan berbagai protokol, berbagai macam konverter protokol terbentuk. 
Waktu posting: 08-Okt-2022





